Situs Kolonial Di Pulau Ambon

1.Benteng Middleburg

Benteng middleburg pertama kali dibangun pada tahun 1626 dibawah pemerintahan Jan Van Gorcum. Benteng ini merupakan tempat penyimpanan barang-barang dagang dan juga sebagai banteng pertahanan. Banteng ini dipugarkan kembali dan dibuat menggunakan batu tela dengan campuran kapur laut. Akan tetapi banteng middleburg sekarang kondisinya sudah tidak utuh lagi karena kurangnya perhatian masyarakat dan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan Benteng tersebut.

Gambar Kondisi Benteng Sekarang

2.Benteng Nieuw Victoria

Gambar Kondisi Benteng Dulu

Gambar Kondisi Benteng Sekarang

Benteng victoria adalah benteng tertua di Kota Ambon yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1575. Benteng Nieuw Victoria dulunya di beri nama “nossa senhora Da anunciada”, nama itu berkaitan Dengan saat peletakan batu pertama pada 25 Maret, bertepatan Dengan hari anunciada Dimana Maria menerima kabar baik Dari malaikat Gabriel tentang kelahiran Yesus. Jadi kenapa diganti namanya karena pada tahun 1605 benteng ini diambil alih oleh Belanda dan diganti nama menjadi benteng “victoria” yang artinya kemenangan. Pada tahun 1674 terjadi gempa besar yang mengakibat benteng ini mengalami kerusakan parah. Benteng ini kemudian direnovasi dan diberi nama “nieuw victoria” yang artinya kemenangan baru. Untuk memperingati kemenangan Belanda atas Portugis. Dibenteng inilah pahlawan Pattimura digantung oleh Belanda pada tanggal 6 desember 1817.

3.Benteng Amsterdam

Gambar Kondisi Benteng Sekarang

Benteng Amsterdam sebelumnya merupakan loji milik Portugis untuk menyimpan rempah-rempah. Dibangun pada 1512 oleh Fransisco Serrao. Setelah Belanda datang dan menguasai pulau Ambon pada 1605, mereka mengambil alih loji Portugis tersebut, kemudian mengubahnya menjadi benteng yang dilakukan oleh gubernur Jaan Ottens pada 1637. Perubahan fungsi loji dilakukan karena saat itu sedang terjadi peperangan antara Belanda dengan kerajaan Hitu. Peperangan terjadi pada 1632 – 1646. Pada1642 benteng diperbesar oleh Gerrald Demmer, kemudian dilanjutkan pada 1649 oleh gubernur Anthony Caan. Benteng diselesaikan pada tahun 1649 - 1656 oleh Arnold de Vlaming van Ouds Hoorn dan memberi nama benteng Amsterdam.

4.Benteng Haarlem

Benteng Van Harlem terletak Di Negeri (Desa) Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Benteng Van Harlem ini dibangun pada tahun 1655 oleh Van Der Capellen dan difungsikan sebagai benteng pertahanan. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan lubang-lubang bidik yang masih terlihat pada dinding benteng. Benteng ini dahulu memiliki konstruksi berbentuk persegi empat dan memiliki tiga lantai (blokhuis/blockhouse), namun dua lantai atas telah hilang, dan hanya menyisakan lantai dasarnya saja. Benteng ini memiliki ukuran keseluruhan sekitar 15 m x 7,30 m dan tinggi dindingnya sekitar 5-7 m. Di dalam benteng ini tepatnya di lantai dasar, terdapat empat buah ruangan. Hal tersebut dapat diasumsikan begitu melihat bekas-bekas dinding dan sekat yang masih tersisa. Benteng ini memiliki ukuran keseluruhan sekitar 15 m x 7,30 m dan tinggi dindingnya sekitar 5-7 m.  Di dalam benteng ini tepatnya di lantai dasar, terdapat empat buah ruangan. Hal tersebut dapat diasumsikan begitu melihat bekas-bekas dinding dan sekat yang masih tersisa. Terdapat 2 ruangan pada bagian barat benteng dengan ukuran yang sama yaitu memiliki panjang 2,50 m dan lebar 3,65 m, pintu kedua ruangan ini juga memiliki ukuran yang hampir sama yaitu lebar 1,50 m dan tinggi 1,50 m. Ruang ketiga berada di tengah-tengah bangunan benteng dengan ukuran panjang sekitar 10 m dan lebarnya 7,30 m. Di ruang tengah ini terdapat pintu masuk utama benteng yang berukuran lebar 2 m dan tinggi sekitar 2,50 m. Ruangan keempat terdapat pada bagian timur benteng dengan ukuran panjang 2,50 m dan lebarnya 7,30 m. Tetapi eksitensi banteng haarlem ini hanya tinggal kenangan karena Seluruh reruntuhan benteng ini telah lenyap disapu banjir bandang Wai Ela yang terjadi pada tanggal 25 Juli 2013.

5.Benteng Roterdam di Larike

Pada tahun 1633 Gubernur Aert Gijsels mulai membangun benteng batu yang lebih kokoh, yang diselesaikan pada 1634 tepat pada waktunya. Benteng Rotterdam terletak di muara sungai supaya memudahkan akses melalui laut. Benteng Rotterdam ini diberi nama oleh Gubernur Arnold de Vlaming van Outshoorn pada tahun 1656. Benteng ini berbentuk persegi. Material utama Benteng ini terbuat dari batu karang dan batu bata dengan perekat spesi campuran pasir dan kapur. Ketebalan dinding Benteng 150 cm dengan tinggi 400 cm.  Pada sisi Benteng masih terdapat beberapa lubang jendela berbentuk persegi dengan ukuran 150 x 200 cm. selain sisa struktur berupa dinding, beberapa titik di sekitar struktur ini masih dapat diamati beberapa sisa pondasi. Benteng Rotterdam yang dilengkapi dengan sepuluh artileri dengan 24 pria Belanda yang tingal disini dan seorang sersan dan tiga puluh tentara dan memiliki seorang asisten yang siap membantunya dan di depan gerbang di atasnya berdiri batu pelana kecil yang dilambangkan perisai dua singa dengan gaya agak cengkuk, dimahkotai oleh prasasti anon 1717 dan beberapa Meriam kecil terletak di samping tiang gerbang.

      Fungsi Benteng Rotterdam pada masa VOC adalah sebagai Benteng pertahanan, perdagangan dan umumnya memiliki tiga lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai gudang, lantai dua berfungsi sebagai ruangan dan lantai tiga sebagai menara pegawas yang dilengkapi dengan embracure atau ceruk Meriam.  Saat ini, kondisi bangunan benteng yang berada di Negeri Larike tidak utuh lagi dan hanya menyisahkan beberapa sisi dinding berbentuk setengah persegi dengan ukuran 5x3 meter.  Saat ini, benteng ini telah dipenuhi lumut yang menempel di dinding, rumut-rumput juga telah tumbuh di bagian atas benteng tersebut benteng ini juga telah ditempeli dengan pipa-pipa air oleh masyarakat untuk mengalirkan air dan juga dijadikan sebagai tempat untuk menjemur pakaian. Sisa struktur bangunan benteng ini berada di tengah pemukiman, bahkan pada bagian dalam sisa struktur yang berbentuk persegi ini telah ada bangunan baru (rumah masyarakat).